OSPEK Paling Cepat Sejagad

Awal dari menapakan kaki untuk melangkah di perguruan tinggi adalah propesa atau bahasa kerennya OSPEK. OSPEK atau sering disebut orientasi memang serupa dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) seperti yang dilakukan anak-anak SMP atau SMA, bedanya hanya OSPEK dilakukan untuk menyambut dan mengenalkan lingkungan, sistem belajar, dan apapun yang berhubungan dengan perguruan tinggi dan dilakukan diperguruan tinggi. Malahan ada beberapa perguruan tinggi yang menggunakan OSPEK sebagai media pembangun strata atau pemisah yang akan menghasilkan stratifikasi dalam pendidikan, seperti ke-senioritas-an. Dan tidak dipungkiri, ke-senioritas-an banyak melahirkan OSPEK-OSPEK yang berbau perploncoan dan penganiyaan seperti beberapa waktu lalu dimuat diberbagai media tentang kasus IPDN.

Di UIN Syarif Hidaytullah, OSPEK sudah ada sejak lama. OSPEK itu sendiri menurut ketua BEM “kegiatan pengenalan pada semua lini kampus, baik pendidikan, lingkungan, budaya, organisasi, dll. Tapi satu hal, OSPEK di UIN Syarif Hidayatullah tidak mengenal perploncoan.” Lanjut membaca

Cerpen yang Kental dan yang Longgar

Cerpen hanya mengungkap satu persoalan pokok, sementara novel menggabungkan beberapa persoalan secara sambung-menyambung dalam rangkuman satu tema sentral. Oleh karena itu, novel punya banyak peluang untuk berlarut-larut dalam memaparkan suatu latar, peristiwa, atau penokohan secara rinci. Sedangkan cerpen hanya selintas-selintas saja mengungkap esensi suatu latar, peristiwa, atau penokohan dalam satu “helaan nafas” untuk menunjang persoalan pokok. Untuk itu, diperlukan sikap hemat dalam mengumbar narasi sewaktu menulis cerpen karena keterbatasan halaman atau karena kependekannya. Meski begitu, bukan berarti sebuah cerpen merupakan ringkasan sebuah novel. Cerpen adalah cerita yang pendek, kental dan mengesankan. Lanjut membaca

Terima Kasih Semua untuk “Hariku”

Kesedihan Berlebihan

Kesedihan Berlebihan

Sehari sebelum aku mendapati umur yang beranjak naik ke-19 aku begitu merasa sedih karena dalam pikiranku takan ada lagi orang yang perduli kepadaku. Kepada hari yang membuatku semakin senja dalam setiap hembusan nafas. Aku begitu sedih ketika mendengar apa yang “dia” katakan padaku lewat e-mail yang sudah aku lama tunggu. Dan ternyata, balasan dari “dia” yang kupercaya dapat menyuport, memberi semangat, memberi harapan, dan memberikan kebahagian untuk sedikit senyum simpulku. Tapi apa yang kudapat, hanya kekecewaan. Dan hal itu terjadi begitu saja pada saat aku mendambakan hari bahagiaku.

Aku berpikir pada hari kemarin (baca: hari ULTAH) tak ada yang perduli padaku. sebab satu-satunya orang yang kudambakan selama ini telah menghancurkannya dan itu membuat kekecewaanku menjalar kepada semuanya. Termasuk kepada mereka. Dan hari ULTAH-ku, aku putuskan untuk melatih anak TK manasik haji seperti apa yng dikatakan Mas Handi teman satu Kos saat itu. Tapi ternyata, bukan melatih yang kudapat. Aku dipercaya menjadi Koord Juri lomba Manasik Haji se-Jakarta Barat di ITC Permata Hijau. Sungguh, Tak Kuduga sebelumnya. Aku lakukan dengan baik tugas itu sampai selesai. Dan Akhir dari itu semua aku mendapatkan fee (baca: upah) atau ucapan trima kasih atas waktu dan tenaga yang kuberikan. Dan alhamdulillah, fee yang kudapatkan bisa untuk makan selama 3 minggu. Sungguh indah, Yang aku percaya adalah. Alloh akan memberikan sesutu yang terbaik untuk hamba-Nya pada waktunya, walaupun hamba tersebut tidak memintanya. Alloh Maha Pemberi lagi Maha Penyanyang. Lanjut membaca

Ulang Tahunku Kugunakan untuk Puasa

Hari ini Ulang tahunku, tapi hari ini kesedihanku. Kepercayaan yang sudah saya tanamkan sejak dua tahun yang lalu pupus hanya dengan sebuah kalimat darinya “Aku telah punya pria lain yang bisa menghibur dan membuatku tersenyum saat kau sakiti aku”Aku bingung, aku bukan lagi sisi lain hatinya. tapi hanya  sampah yang teronggok tak terpakai dan dibuang begitu saja. Apakah dia tak merasa bersalah…? yah, begitulah. Dia kurang bisa memahami sepenuhnya.

Dan saat Aku Ulang tahun, aku sakit hati, duit sudah habis sehingga aku seminggu ini berpuasa terus. Dan untuk menutupi kekuranganku disaat hari ulang tahunku yang sangat indah, aku gunakan untuk berpuasa dan mencari seonggok uang demi hidup dengan mengajari anak TK Manasik Haji. Begitu Indah, hidup ini. Mengerti untuk dimengerti.

Dan apa yang kudapatkan.
Ketika kesedihan terlalu berlebihan, yang muncul hanya Tertawa dan Gila.
Ketika kegembiraan terlalu berlibahan, yang muncul hanya Tangisan.

Teknik Penulisan Berita untuk Pemula #2 (Habis)

Setelah membaca tulisan sebelumnya Teknik Penulisan Berita untuk Pemula #1, berarti anda sudah sedikitnya mengetahui  tentang syarat-syarat layak berita yaitu significance, magnitude, timeliness, proximity, prominence, human interest. Apalagi ditambah dengan contoh, pahamlah anda. Tetapi untuk menulis berita ada hal lain yang menjadikan berita akan sempurna, yaitu konsep 5W 1H.

Didalam dunia jurnalistik sudah tidak asing lagi konsep 5W 1H. 5W 1H adalah unsur-unsur yang terdiri dari (What, Who, Why, When, Where) + How. (Apa, Siapa, Mengapa, Kapan, Dimana,) dan Bagaimana. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan perangkat pembantu untuk mencari jawaban yang akan menjadi bahan berita. Dan konsep ini mutlak adanya, sebab kalau kita lupa salah satu dari perangkat pertanyaan tersebut, maka pembaca akan bertanya-tanya. Misalkan kurang who-nya, pembaca akan bertanya siapa yang diberitakan, kurang where-nya, pembaca bertanya dimana gerangan lokasi kejadian itu dan seterusnya. Lanjut membaca