OSPEK Paling Cepat Sejagad

Awal dari menapakan kaki untuk melangkah di perguruan tinggi adalah propesa atau bahasa kerennya OSPEK. OSPEK atau sering disebut orientasi memang serupa dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) seperti yang dilakukan anak-anak SMP atau SMA, bedanya hanya OSPEK dilakukan untuk menyambut dan mengenalkan lingkungan, sistem belajar, dan apapun yang berhubungan dengan perguruan tinggi dan dilakukan diperguruan tinggi. Malahan ada beberapa perguruan tinggi yang menggunakan OSPEK sebagai media pembangun strata atau pemisah yang akan menghasilkan stratifikasi dalam pendidikan, seperti ke-senioritas-an. Dan tidak dipungkiri, ke-senioritas-an banyak melahirkan OSPEK-OSPEK yang berbau perploncoan dan penganiyaan seperti beberapa waktu lalu dimuat diberbagai media tentang kasus IPDN.

Di UIN Syarif Hidaytullah, OSPEK sudah ada sejak lama. OSPEK itu sendiri menurut ketua BEM “kegiatan pengenalan pada semua lini kampus, baik pendidikan, lingkungan, budaya, organisasi, dll. Tapi satu hal, OSPEK di UIN Syarif Hidayatullah tidak mengenal perploncoan.” Lanjut membaca

HELL BOY

HellBoy Pictures, Images and PhotosAwalnya memang berjalan baik, bahkan sangat baik. Semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan menggunakan prosedur yang baik dan jitu pula. Tapi untuk pagi ini aku sendiri tak mengerti, aku bahkan sangat bingung pada diriku sendiri. Aku ini bagaikan orang gila, orang yang mempunyai predikat jari miring diatas jidatnya. Semua yang ada disampingku, dibelakangku, didepanku, dan lingkungan tempat hidupku juga mendukungku gila. Bahkan teman sejatiku sendiri mengatakan aku gila, walupun tidak mengatakannya langsung tetapi bahasa isyarat mereka mengatakan bahwa aku benar-benar gila.

Jam menunujukan pukul 07:00 pagi, yang artinya bel sekolah sudah berbunyi. Semua orang yang ada dikomplek Rubath Al hasan baik kelas tiga maupun kelas satu sudah berangkat kesekolah masing-masing, tetapi ada yang lain dari anak-anak kelasku yang super gila pula. Mereka adalah manusia yang tidak pantas dianggap manusia, orang, anak, atau lainnya yang masih mempunyai kesamaan varietas dengan manusia. Mereka itu kurcaci-kurcaci kecil bisa sekolah tapi gak bisa mikir, boro-boro mikirin orang lain, mikirin dirinya sendiri juga tidak. Setiap kali matahari kembali muncul di ufuk timur dan memberi kehangatan pada bumi mereka selalu saja melakukan hal yang tidak ada artinya. Sebuah pekerjaan yang menguras energi tapi tidak memberikan hasil dan manfaat apa-apa. Hampir setiap pagi mereka terlambat masuk sekolah, kecuali beberapa anak yang memang pas dianggap manusia sejati, manusia mandiri, manusia yang mengerti arti hidup, manusia yang mengerti tujuan, makna dan untuk apa mereka diciptakan. Dan yang pasti segolongan dari mereka adalah manusia yang sudah mengenal kehidupan hakiki. Lanjut membaca