Berilmu, Bermanfaat

Siang bolong, ketika sedang duduk di depan meja kerjaku (baca : bengongku), datang seorang pemikir pangan dunia. Dia berumur kisaran 30-an tahun, tetapi pemikirannya sudah mumpuni dan tak diragukan lagi. Namanya Bapak Yulianto, ketua LM3 sejawa tengah.

Aku mengenal baik Pak Yuli dan Alhamdulillah beliau juga mengenalku. Saat itu Pak Yuli sedang duduk santai di ruang administrator. Seperti biasanya, aku yang suka ngobrol bersama orang-orang didekatku langsung saja membrondong pertanyaan ke beliau. Bukan karena aku cerewet, tapi itu memang salah satu strategi untuk membangun relasi yang baik. Aku memulainya dengan basa-basi, sebuah bahasa yang tidak mutu tapi mempunyai nilai lebih dibandingkan bahasa intelektual. Lanjut membaca

Imunohistokimia

Imunohistokimia merupakan suatu teknik penentuan keberadaan (lokasi) antigen (protein target) dalam jaringan atau sel menggunakan reaksi antigen-antibodi.  Teknik ini diawali dengan prosedur histoteknik yaitu prosedur pembuatan irisan jaringan (histologi) untuk diamati di bawah mikroskop. Histoteknik dijelaskan pada mata kuliah lain.  Irisan jaringan yang didapat kemudian memasuki prosedur imunohistokimia.
Interaksi antara antigen dan antibodi adalah reaksi yang tidak kasat mata.  Oleh karena itu, diperlukan visualisasi adanya ikatan tersebut dengan melabel antibodi yang digunakan dengan enzim atau fluorokrom.  Enzim (yang dipakai untuk melabel) selanjutnya direaksikan dengan substrat kromogen (yaitu substrat yang menghasilkan produk akhir berwarna dan tidak larut) yang dapat diamati dengan mikroskop bright field (mikroskop bidang terang).  Imunohistokimia yang menggunakan fluorokrom untuk melabel antibodi, dapat langsung diamati (tanpa direaksikan lagi dengan kemikalia yang menghasilkan warna) di bawah mikroskop fluorescence.

Elektroforesis protein

Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik.  Kecepatan molekul yang bergerak pada medan listrik tergantung pada muatan, bentuk dan ukuran.  Dengan demikian elektroforesis dapat digunakan untuk separasi makromolekul (seperti protein dan asam nukleat).  Posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat dideteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi, ataupun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer.
Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan matriks penyangga untuk mencegah terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan.  Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan matriks penyangga yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat. Elektroforesis yang dibahas di bawah ini menggunakan matriks berupa gel poliakrilamida (PAGE = poly-acrilamida gel electrophoresis) untuk separasi sampel protein.
Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut.  Bila berada dalam suatu medan listrik, molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi ke elektroda negatif dan sebaliknya.  Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatannya.

Dasar-dasar Protein

Protein berasal dari bahasa Yunani proteios yang berarti pertama atau utama.  Protein merupakan makromolekul yang menyusun lebih dari separuh bagian dari sel.  Protein menentukan ukuran dan struktur sel, komponen utama dari sistem komunikasi antar sel serta sebagai katalis  berbagai reaksi biokimia di dalam sel.  Karena itulah sebagian besar aktivitas penelitian biokimia tertuju pada protein khususnya hormon, antibodi dan enzim.
Semua jenis protein terdiri dari rangkaian  dan kombinasi dari 20 asam amino.  Setiap jenis protein mempunyai jumlah dan urutan asam amino yang khas.  Di dalam sel, protein terdapat baik pada membran plasma maupun membran internal yang menyusun organel sel seperti mitokondria, retikulum endoplasma, nukleus dan badan golgi dengan fungsi yang berbeda-beda tergantung pada tempatnya. Protein-protein yang terlibat dalam reaksi biokimiawi sebagian besar berupa enzim banyak terdapat di dalam sitoplasma dan sebagian terdapat pada kompartemen dari organel sel.
Protein merupakan kelompok biomakromolekul yang sangat heterogen.  Ketika berada di luar makhluk hidup atau sel, protein sangat tidak stabil.  Untuk mempertahankan fungsi dan nya, setiap jenis protein membutuhkan kondisi tertentu ketika diekstraksi dari normal biological milieu.  Protein yang diekstraksi hendaknya dihindarkan dari proteolisis atau dipertahankan aktivitas enzimatiknya.