Pragmatisme dalam Mengikuti Nabi

“…….Dan berikanlah rizqi kepada kami (berupa) kesempurnaan mengikuti Nabi secara zhahir dan secara bathin Ya Arhama arrahimin”
(KH. A. Abdul Haq Dalhar, Mursyid Thariqah Syadziliyah)

Akhir-akhir ini pesantren kita sering dikujungi para tamu yang ingin menimba pengalaman atau studi banding ke pesantren Al Hikmah. Rata-rata mereka yang berkunjung ke Al Hikmah merasa kagum dan simpati terhadap pesatnya perkembangan pesantren kita ini. Lalu mereka berhasrat mau menjadi sukses seperti pesantren Al Hikmah dengan berbagai sarana pendukungnya. Wajar dan sah-sah saja cita-cita mereka itu. Hanya satu hal yang musti diingat, kebesaran Al Hikmah tentu tidak dicipta dengan membaca mantra sim salabim, melainkan dengan tips yang dipaparkan sekaligus dipraktekkan sendiri oleh kanjeng Nabi berupa ketekunan, kesungguhan, perjuangan dan kesabaran.
Sudah tidak diragukan lagi kalau semua orang, termasuk para orientalis, telah mengakui bahwa Nabi kita Muhammad SAW. adalah orang yang sukses dalam menyampaikan misi dakwah. Penelitian yang dilakukan orientalis Amerika Michael H. Hart menempatkan nama beliau pada urutan pertama daftar orang yang paling berpengaruh di muka bumi. Ajaran Nabi kita telah tersebar luas di seluruh penjuru dunia dari pelosok desa hingga ke kota metropolitan. Bukan hanya berhasil menyebar luaskan ajarannya, Nabi kita juga tergolong sukses karena mempunyai para pengikut yang sangat setia dan fanatik mengikuti ajarannya. Lanjut membaca

Pendidikan Tuhan yang Terlupakan

Dizaman yang serba canggih dan instan seperti saat ini yang diikuti dengan persaingan antar berbagia negara untuk menjadi yang nomor wahid di muka bumi ini sehingga demi mencapai keinginan tersebut banyak sekali persaingan yang dilakukan dengan melanggar norma â€\”norma kehidupan, seperti banyaknya penindasanâ€\”penindasan dan juga penghancuran â€\”penghancuran yang dilakukan oleh negara yang kuat terhadap negara yang lemah. Sebagaimana yang dilakukan Amerika terhahadap negara Afganistan, Irak, Palestina yang Amerika memandang bahwa negara tersebut dapat menghalangi keinginanaya untuk menjadi yang nomer wahid. Terutama negaraâ€\”negara islam yang tidak menyukai kebijakanâ€\”kebijakan luar negari Amerika. Lanjut membaca

Tidak Ada Untungnya Hidup di Indonesia

Negeri yang terkenal elok karena kekayaan alamnya ini sekarang sedang terjelembab dalam lembah kehancuran yang dalam. Indonesia, entah sudah berapa permasalahan-permasalahan yang terbengkalai yang perlu secepatnya di perbaiki di negeri ini, dan berbagai macam permasalahan tersebut kian menjadi dan berganti dengan permasalahan lain yang lebih sulit pemecahannya, entah apa yang telah dilakukan oleh bangsa ini sehingga membiarkan negerinya terus berada dalam garis kehancuran. Dimanapun dan kapanpun seseorang berada dalam negeri ini, maka kewajiban bagi mereka untuk segera membangkitkan negeri ini dari segala bahaya yang mengancamnya, tapi apa yang di harapkan dari bangsa ini? Para penerus bangsanya saja banyak yang loyo dan tak bersemangat, lalu apa kita masih mengandalkan orang-orang tua sebagai basis pertahanan negeri ini..? Lanjut membaca