Film dan Kecerdasan Masyarakat

Film merupakan sarana hiburan bagi manusia. Dalam batasan-batasan yang ketat, film akan berdampak positif bagi para pemirsanya. Namun film akan menjadi masalah, ketika isi yang terkandung atau pesan yang diusung film tersebut keluar dari batas dan norma adab dan lebih menjurus kepada khurafat-khurafat belaka.

Lihatlah, bagaimana keadaan masyarakat pada suatu bangsa sangat tergantung pada jenis tontonan keseharian para warga negara itu sendiri. Ketika melihat film barat maupun jepang, dimana keduanya memiliki nilai positif pada pembelajaran teknologi modern maka dapat disaksikan bahwa begitulah keadaan masyarakat kedua negara tersebut yang sangat gemar dan tertarik pada penelitian maupun pengembangan teknologi modern. Ketika meyaksikan film produksi India yang bernilai positif pada muatan budayanya, dapat ditemukan bahwa memang demikianlah keadaan masyarakat India yang begitu mengahargai dan mencintai kebudayaannya. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa antara film dan kecerdasan para pemirsanya (baca : masyarakat) jelas tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya atau saling mempengaruhi diantara keduanya. Lanjut membaca

VEKTOR

ba-copyVektor mungkin sudah banyak yang tau, apalagi kelas tiga SMA atau setingkatnya pasti tahu tentang devinisi vektor.

Menurut Wikipedia : “Vektor adalah obyek geometri yang memiliki besar dan arah. Vektor jika digambar dilambangkan dengan tanda panah (â†\’). Besar vektor proporsional dengan panjang panah dan arahnya bertepatan dengan arah panah. Vektor dapat melambangkan perpindahan dari titik A ke B”.

Vektor sering ditandai

Dibaca : vektor dari A ke B. Lanjut membaca

Berilmu, Bermanfaat

Siang bolong, ketika sedang duduk di depan meja kerjaku (baca : bengongku), datang seorang pemikir pangan dunia. Dia berumur kisaran 30-an tahun, tetapi pemikirannya sudah mumpuni dan tak diragukan lagi. Namanya Bapak Yulianto, ketua LM3 sejawa tengah.

Aku mengenal baik Pak Yuli dan Alhamdulillah beliau juga mengenalku. Saat itu Pak Yuli sedang duduk santai di ruang administrator. Seperti biasanya, aku yang suka ngobrol bersama orang-orang didekatku langsung saja membrondong pertanyaan ke beliau. Bukan karena aku cerewet, tapi itu memang salah satu strategi untuk membangun relasi yang baik. Aku memulainya dengan basa-basi, sebuah bahasa yang tidak mutu tapi mempunyai nilai lebih dibandingkan bahasa intelektual. Lanjut membaca

ANTONIM

Kalo ada tinggi, ada…?
dekat >< ….?
daratan >< ….?
langit >< ….?
siang >< ….?
nyata >< ….?
baik >< ….?
ada >< ….?
hidup >< ….?
berkembang >< ….?

hayo.. jawabannya apaan?

Antonim atau lawan kata sudah bukan hal baru lagi di telinga kita, baik anak SD, SMP, SMA, sampai yang kuliahanpun pasti banyak tau tentang lawan kata. Tapi apakah lawan kata diciptakan begitu saja, apakah lawan kata diciptakan sembarangan tanpa ada manfaatnya. Memang cukup menarik untuk diperbincangkan hal yang satu ini. Lanjut membaca