Berilmu, Bermanfaat

Siang bolong, ketika sedang duduk di depan meja kerjaku (baca : bengongku), datang seorang pemikir pangan dunia. Dia berumur kisaran 30-an tahun, tetapi pemikirannya sudah mumpuni dan tak diragukan lagi. Namanya Bapak Yulianto, ketua LM3 sejawa tengah.

Aku mengenal baik Pak Yuli dan Alhamdulillah beliau juga mengenalku. Saat itu Pak Yuli sedang duduk santai di ruang administrator. Seperti biasanya, aku yang suka ngobrol bersama orang-orang didekatku langsung saja membrondong pertanyaan ke beliau. Bukan karena aku cerewet, tapi itu memang salah satu strategi untuk membangun relasi yang baik. Aku memulainya dengan basa-basi, sebuah bahasa yang tidak mutu tapi mempunyai nilai lebih dibandingkan bahasa intelektual. Lanjut membaca

ANTONIM

Kalo ada tinggi, ada…?
dekat >< ….?
daratan >< ….?
langit >< ….?
siang >< ….?
nyata >< ….?
baik >< ….?
ada >< ….?
hidup >< ….?
berkembang >< ….?

hayo.. jawabannya apaan?

Antonim atau lawan kata sudah bukan hal baru lagi di telinga kita, baik anak SD, SMP, SMA, sampai yang kuliahanpun pasti banyak tau tentang lawan kata. Tapi apakah lawan kata diciptakan begitu saja, apakah lawan kata diciptakan sembarangan tanpa ada manfaatnya. Memang cukup menarik untuk diperbincangkan hal yang satu ini. Lanjut membaca

Pengertian Najis dan Cara Menghilangkan Najis – Agama Islam

Najis adalah sesuatu yang menjadi penghalang beribadah kepada Allah SWT yang berbentuk kotoran yang menempel pada zat, tubuh, pakaian atau benda lainnya.

Macam-macam najis :
– Binatang anjing
– Binatang babi
– minuman keras / miras yang memabukkan
– darah
– air kencing
– bangkai selain bangkai manusia, ikan dan belalang

Cara menghilangkan najis yang menempel :
1. Najis Ringan
Cukup dibasuh dengan air hingga bersih baik zat, warna, maupun baunya. Najis akibat air seni/kencing anak dibawah 2 tahun yang masih minum susu membersihkannya cukup dengan memercikkan air saja.

2. Najis Berat
Jika terkena air liur/ludah anjing maka membersihkannya harus dengan membasuh dengan air hingga 7 kali terus-menerus dengan salah satunya dengan medium tanah. Berarti 6 kali dibersihkan dengan air dan sekali dengan tanah.