Diberi Yang Tak Diminta

Bersabarlah menghadapi hidup, jangan pernah berburuk sangka pada Alloh sebab suatu permasalahan dalam hidupmu. Karena dibalik itu semua ada hikmah dan hidayah yang bisa kau ambil. Dan cobaan yang sulit adalah bagian dari ilmu Alloh yang diajarkan-Nya secara langsung kepada kita. Oleh karena itu, tetap bersabar dan bersyukur.

Kalimat panjang yang tertuliskan pada buku catatan harian saya.

Syeh Muhyiddin Ibn Aroby Jika ditahan permitaanmu maka sejatinya engkau telah diberi. Dan jika ditolak permintaanmu maka sejatinya engkau ditahan dari pemberian yang sangat besar.

Pernyataan Ibn Aroby jika dihubungkan dengan hidup saya memang sangat sejalan. Bahkan saya menjadi sangat percaya karena mengalaminya sendiri. Ketika saya mendapatkan kelulusan saya begitu senangnya. Bahkan, kelulusan adalah bagian dari sejarah hidup yang tak akan pernah dilupakan. Sebagaimana seorang siswa pasti sudah punya gambaran jenjang pendidikannya nanti setelahnya.

Saat itu, saya hanya berkeinginan melanjutkan pendidikan saya di TI (Teknik Informatika) Amikom Jogja walaupun sebenarnya saya telah diterima di Sosiologi Unsoed jalur PMDK. Tapi tekadku untuk mencapainya membuat saya membuang begitu saja PMDK Unsoed itu, karena saya yakin akan masuk ke TI. Tapi apa yang saya dapatkan, kenyataan hidup tidak sejalan dengan apa yang saya inginkan. Bahkan melenceng jauh dari gambarkan saya sebelumnya.

Tahun ini mungkin kamu tidak bisa kuliah dulu, bapak belum ada rejekikata bapak. Dan kalimat itu meluncur begitu saja didepan harapan saya. Mau tidak mau apa yang harus katakan Njeh, pa. itu saja. Apa yang terjadi, sedih! Satu-satunya yang saya rasakan. Tapi mau bagaimana lagi!

Ketika harapan saya terputus begitu saja ada sesuatu yang tak kuduga, saya diajak teman untuk mengikuti tes beasiswa di Unisula Semarang. Saya senang. Tidak saya sia-siakan kesempatan ini, tapi apa yang terjadi, lagi-lagi kecewa karena tidak diterima. Dan ketika itulah muncul pergeseran pemikiran pada diri saya, karena sebelumnya doa wujud dari permintaan tidak dikabulkan oleh Alloh, muncul satu nilai pada diri saya yaitu menerima apapun terjadi dengan lapang dada walaupun doa tidak dikabulkan sekalipun oleh Alloh. Dan apa yang harus saya lakukan menerima dan sabar.

Saya tak mengira, justru ketika saat-saat inilah tumbuh kecintaan saya pada nasib pendidikan saya. Aku begitu merasakan kerinduan dan kecintaan yang begitu sangat kuat untuk dapat kuliah. Sampai kukorbankan waktu untuk mendapatkannya. Kalaupun bukan tahun ini mungkin tahun depan. Itu yang ada dalam hati saya. Tapi tiba-tiba keajaiban datang. Kakak sepupu yang kuliah di Jogja pulang dengan membawa informasi kepada saya, ada beasiswa dari DEPAG khusus prodi keagamaan. Tanpa ambil pusing saya mendaftar dan mengikuti tes di STAIN Purwokerto. Dan apa yang terjadi ketika hari pengumuman? Saya diterima Di Aqidah-Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari tiga pilihan saya. Aku begitu berterimakasih pada Alloh. Ternyata doa yang selama ini tidak terkabul sebenarnya telah diganti dengan pemberian yang sangat besar yang saya tidak tahu sebelumnya. Dan begitulah cara kerja Alloh dalam mengurusi makhluknya. Alloh pasti akan memberikan yang terbaik pada makhluknya tanpa diminta. Dan akhir dari kisah saya ini adalah kenyataan hidup saya sejalan dengan pernyataan Syekh Muhyiddin Ibnu  Aroby.

Terakhir, ucapan terima kasih pada pembaca karena telah meluangkan waktunya. Satu hal jangan pernah kita lakukan, jangan pernah berburuk sangka pada Alloh. Bukan berarti Alloh tak mengabulkan permintaan kita, melainkan Alloh punya jalan sendiri untuk memberikan sesuatu yang lebih besar daripada permintaan kita tanpa kita tahu sebelumnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

4 pemikiran pada “Diberi Yang Tak Diminta

  1. maaf bukan bermaksud mematahkan semangat , meruntuhkan hati. sekedar menghimbau untuk tidak Ge-er dulu dengan ketentuan-Nya.

    Beberapa tahun lalu saya pernah membaca dari salah satu media cetak tentang kegelisahan penduduk disekitar kampus UIN xxx terhadap perilaku mahasiswa/mahasiswi yang kos. begitu free. gak ‘sumbut’ dengan label kampusnya. kondom ada dimana-mana. Itu soal perilaku, tentang pemikiran juga sama, begitu mengkhawatirkan. terjadi pergeseran dimana-mana. sampai pada saat saya bersebelahan dgn santri gontor abahnya melarang melanjutkan kuliah di kampus UIN xxx. tentunya pelarangan itu karena kuatir akan kufuturan.

    bahkan konon, logo kampus tsb sudah berganti menjadi penuh dengan simbol2 zionis.

    setiap saya bertemu dengan mahasiswa UIN, selalu tak terlihat cermin kalau dia seorang muslim yg bisa diteladani,. celana belel, lobang di paha dibiarin, rokok yang sebal-sebul, dst.

    tidak semuanya memang, termasuk juga tidak semua dosennya menjadi otak perubahan. masih ada dosen yang lurus-lurus.

    dan beasiswa itu, bukankah departemen tsb menjadi departemen yang paling korup.

    ok, terima kasih info-y. berarti perjalnan belum berakhir, mdh2an aku bukan sebagain dari golongan tersbt. Amin.

  2. Jujur, sy ngenes baca tulisan ini, cerita awal mirip bgt cuma ending-nya saja yang berbeda, Tapi alhamdulillah dengan semangat dan keikhlasan hati akhirnya ngerasain jg namanya kuliah meskipun harus dengan menguras keringat, bahkan sempet nyicipain dua kampus segala. Allah Maha mengetahui. Selamat ya atas beasiswanya!

    terima ksih mas, modal mimpi, niat, usaha…! diasaat satu jalan tertutup, maka jala lain dibukakan.

  3. setuju banget, mas anis. gagal dan sukses memang menjadi hak prerogatif Allah. meski demikian, kita ndak boleh menyerah. lagu d’masiv layak utk terus diingat, hehe …

    d’masiv-jangan menyerah. OK-lah kalo begitu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *