Membaca Nurani

“Assalamu’alaikum …”

Kang Zulfi mengakhiri sholatnya dengan menengokan pandangan kearah kanan hingga ma’mum dibagian belakang kanannya terlihat, seolah ia berucap salam pada malaikat Rokib

“Assalamu’alikum …”

Salam kedua kang Zulfi menengokkan pandanganya kearah kiri dan seolah ia sedang berucap salam dengan malikat Atid. Hal demikian pun di ikuti oleh para ma’mumnya, begitu pula aku yang langsung menggeser tempat duduknya, merapat pada tembok untuk melantunkan dzikir kepada Alloh untuk memantapkan dan menenangkan hati dengan iman. Setelahnya, doa menghiasi bibirku yang meresap kehati meminta tolong pada Alloh untuk memudahkan mengatasi masalahku. Aku yakin akan mengabulkan permintaanku walau aku tak tahu kapan Alloh memberikannya.

Aku percaya tentang ayat Al-Quran. Alloh tak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya. Termasuk Aku.

Setelah lantunan lafadz-lafadz selesai, kupenjamkan mata sekejap. Kutarik nafas dalam, dan memantapkan dalam hatiku doa-doa yang kubaca dan angan-angan yang kuceritakan melalui hatiku kepada Alloh, Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Pemberi.

Ya Alloh Robb semesta alam, aku ingat akan janji-Mu didalam ayat-ayat-Mu. Engkau tak akan memberikan cobaan dan ujian diluar batas kemampuan hambanya, aku ingat dan sangat yakin tentang itu. Tapi kenapa aku merasa begitu berat menjalani jalan takdirku ini ya Alloh. Apa aku dapat menyelesaikannya? Beri aku jalan. Aku mengakui kesalahanku, aku telah mengkhianati orang tuaku, mengkhianati kyaiku, aku telah mengkhianati mereka semua yang pernah mengatakan amanatnya untukku agar aku tak mengisi sebagian dari hatiku dengan wanita. Tapi bagaimana lagi! Aku telah melakukannya, dan sekarang separuh dari hatiku ada untuk wanita yang aku cintai, wanita yang aku sayangi seutuhnya. Dan wanita ini mengenalkan cinta yang berbeda dengan cinta-cinta yang pernah kau ajarkan. Berbeda dengan cinta orang tua pada anak-anaknya, berbeda dengan cinta guru kepada murid-muridnya, berbeda cinta seseorang terhadap sahabat-sahabatnya. Cinta ini begitu sulit aku terjemahkan dalam bahasaku pada-Mu Ya Alloh. Begitu tak aku mengerti, yang ada hanya perasan yang mendalam yang begitu kuat sehingga kadang aku tak seperti dalam diriku sendiri. Kadang aku senang, sedih, murung, ketawa ketika aku mengingatnya. Kadang hati terasa berdenyut-denyut kencang ketika mengingat sebatas senyumnya. Kadang pula aku merasa tubuhku tak terkendali oleh otakku ketika bertemu denganya sebatas dia melihatku dan aku melihatnya dalam jarak 20 meter. Aku tak tahu yang terjadi pada diriku sendiri. Dan kenapa engkau mengenalkan cinta ini saat aku tak menginginkannya, kenapa engkau tak mengenalkan saja ketika aku tidak mesantren atau saat berusia 25 tahun. Kenapa engkau tak lakukan itu saja. Kenapa Ya Alloh? Disisi lain aku ingin mencari cinta-Mu dengan cara mencintai ilmu, mencintai harapan kedua orangtuaku dan mencintai Dia. Harapan menjadi orang yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama-Mu. Sedangkan sekarang cinta kepada pujaan hatiku sedikit demi sedikit menggerogoti niat untuk meraih cita-citaku. Ya Alloh, aku hanya bisa berdoa, bekerja sesuai hati nurani dan jalan takdirku. Sebagai seorang hamba aku patut meminta kepada-Mu. Aku takut engkau tak memperhatikakku. Walaupun sebenarnya Engkau memperhatikan semua makhlukmu, Engkau yang menciptakan, Engkau yang memberi makan, Engkau yang menentukan jalan, Engkau yang memelihara, dan Engkau yang memberi ketika semua makluk-Mu meminta. Dan aku pasrah terhadap jalan takdirku, aku yakin Engkau akan memberikan jalan yang aku tak ketahu. Dan aku yakin dengan keadaanku seperti ini, sebenarnya Engkau sedang mengajariku tentang sesuatu yang tak Engkau berikan pada hamba-hamba-Mu yang lain. Semoga kebaikan selalu menyelimutiku dibalik semua cobaanku. Amin.

┬ŁTsam, Tsam… mau berangkat ngaji ga? Anak-anak sudah pada berangkat Syauqi mencoba membangunkan dari renungan doaku yang panjang.

dinukil dari novel perdana, yang mudah-mudahan segera selesai.

Facebook Comments

Leave a Reply

4 pemikiran pada “Membaca Nurani

  1. cinta…cinta… dan cinta
    berawal dari cinta dan berakhir karena cinta
    cinta…cinta… dan cinta
    satu kata berjuta rasa dan makna
    cinta… cinta…. dan cinta

    cinta… cinta…. dan cinta
    apa artinya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *