Teknik Penulisan Berita untuk Pemula #1

Saya pertama kali terjun didunia tulis-menulis ketika masih dibangku sekolah menengah pertama (SMP). Dikarenakan seluruh siswa wajib memilih minimal satu eskul, mau tidak mau saya harus mengikutinya. Dan saya menetapkan memilih dua eskul, pertama PMR, dan yang kedua mading atau majalah dinding. Dari mading inilah, pertama kali saya dikenalkan bagaimana pentingnya sebuah informasi. Dan hal yang paling praktis dari sebuah informasi adalah berita. Menulis berita ini, bisa berupa liputan atas peristiwa penting (tentu, kalau bisa disertai photo peristiwa), bisa berupa wawancara umum (untuk topik yang tengah mengemuka), bisa pula catatan-catatan penting atas sebuah acara yang perlu diketahui publik.

Menurut Prof. Drs M Atar Sami, berita adalah cerita atau laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang faktual, baru dan luar biasa sifatnya. Unsur faktual merupakan hal utama untuk membedakan suatu tulisan disebut berita atau bukan berita. Karena berita harus selalu berdasarkan sebuah fakta, oleh sebab itu seorang wartawan tidak boleh mengarang berita. Sedang unsur baru dan luar biasa berkaitan dengan aturan mengenai suatu fakta yang layak ditulis menjadi berita.

Orang sering bertanya, bagaimana cara wartawan memperoleh sebuah berita, apakah wartawan memiliki agen, mata-mata atau punya indra keenam? (jangan-jangan). Sebenarnya sumber berita ada dimana saja, tidak perlu berita yang muluk-muluk, misalnya; peristiwa kecelakaan, pembunuhan, pencurian, atau yang lainnya. Cukup, berita yang sederhana saja untuk pemula misalnya; harga gorengan naik, kerjabakti memperbaiki saluran air, pengajian dihentikan karena listrik PLN padam atau yang paling gampang beritakan saja teman anda yang sedang berulang tahun, yang sakit, berprestasi, atau yang lainnya. Tergantung kepekaan dan kreatifitas anda dalam menggali sebuah peristiwa.

Nah, untuk mengolah peristiwa yang ada dimana-mana menjadi sebuah berita yang bisa diinformasikan kepada publik, ada suatu aturan yang membuat fakta berita menjadi layak berita. Fakta akan memenuhi layak berita jika memenuhi syarat-syarat yaitu significance, magnitude, timeliness, proximity, prominence, human interest.

  1. Significance (penting), yaitu kejadian yang sangat mungkin mempengaruhi orang banyak, ditunggu terjadi atau tidak terjadi. Misal : masalah siapa yang akan menjadi Presiden lebih penting dari siapa yang akan menjadi Ketua RT. Tapi untuk pemula bisa saja untuk lokal yang kecil, misalnya : siapa yang akan menjadi ketua OSIS akan lebih penting dan berarti dari pada ketua kelas.
  2. Magnitude (besar), yaitu suatu kejadian yang menyangkut angka berjumlah besar atau berdampak besar. Misal : Demonstasi yang dilakukan 10.000 santri akan lebih berdampak besar dibanding dengan demonstrasi yang dilakukan hanya 100 santri. Atau korban bencana gempa dengan korban 1000 orang akan lebih besar dari pada kecelakaan sepeda motor dengan korban dua orang.
  3. Timeliness (waktu), menyangkut semua hal yang baru terjadi dan baru ditemukan. Peristiwa yang terjadi sebulan yang lalu tidak akan menarik daripada peristiwa yang terjadi hari ini atau kemarin.
  4. Proximity (kedekatan), peristiwa atau fakta yang dekat pembaca, dekat bisa dalam arti psikologis atau geografis. Misal : Pemalsuan minyak goreng di Kalimantan akan lebih menarik bagi warga Kalimantan dari pada warga Purwokerto
  5. Prominence (terkenal), menyangkut semua hal, baik manusia, tempat maupun kegiatan terkenal atau dikenal dan digemari masyarakat. Menyangkut manusia, terkenal bisa diterjemahkan tokoh, atris, politisi, atau olahragawan. Misal : Bambang Pamungkas buka restoran akan lebih menarik minat, dari pada mahasiswa yang melakukan hal yang sama. Demonstrasi yang dilakukan di Jakarta akan lebih memperoleh perhatian dibanding demonstrasi yang dilakukan di Purwokerto, atau Bumiayu. Bulutangkis akan lebih digemari masyarakat Indonesia dari pada Kriket.
  6. Human Interest (manusiawi), peristiwa yang dapat memberi sentuhan kepada pembaca. Dan rumusan yang sering dipakai, “kejadian luar biasa yang dialami orang biasa, atau yang dilakukan orang besar.” Misalkan SBY berkunjung Pon. Pes. Al Hikmah Benda dan sempat mencicipi gorengan pedagang kaki lima, menarik untuk diberitakan.

Facebook Comments

Leave a Reply

3 pemikiran pada “Teknik Penulisan Berita untuk Pemula #1

  1. Tulisan yang sangat bermanfaat, syarat makna dalam sebuah pembejaran untuk bisa lebih baik lagi. Terima kasih ilmunya & salam kenal.

    slam kenal juga mas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *