Santri Koplok

Santri Koplok

Santri Koplok

Byur!!!
Seember air disiramkan.
Bangun                          !                          

bentak kang Puji.                            Kamu mau jadi apa sih..?, mau jadi kebo yang bisanya tidur terus… Apa mau jadi Ayam, hah…! mending ayam kalo males, suka tidur-tiduran bisa disemebelih, bisa buat makan. Trus kalo kamu…! yang sukanya tidur, mau diapakan..?, mau disembelih juga.                          
Kontan semua orang yang ada disekelilingnya tertawa. Hanya kang Puji yang tidak.
kamu mau jadi apa…?                           tanya Kang Puji lagi…
mau jadi apa hah…!, ditanya ko                               diam aja. Punya mulut nda..?                           lanjut kang Puji dengan nada semakin keras memarahiku. Perasaankupun menciut, wajahku usang. Sejenak ku menatapnya, tampak berdiri kang Puji didepanku membawa ember si saksi bisu perbuatan yang paling memalukan dalam sejarah hidupku.
Sambil menatap tajam Kang Puji meletakan ember disampingnya, kemudian melangkah mendekatiku dengan langkah perkasa. Ia semakin dekat dengan posisiku yang basah kuyup diatas tikar. Setelah tepat didepanku, kang Puji membungkukan badan dan duduk sejajar denganku. Dia masih menatapku, namu tatapannya tidak setajam tadi ketika baru mengguyurkan air. Sekarang tatapannya telah pudar menjadi tatapan yang teduh. Tatapan kedamaian. Melihat perubahan demikian, denyut jantungku mulai menurun, keteganganku mulai redup. Aku perlahan menggerakan tubuhku yang tak beraturan menjadi keadaan sila. Kutundukan kepalaku sebagai tanda hormatku pada santri senior, apalagi santri senior itu santri terdekat Abah. Tak ada sepatah kata keluar dari mulutku, tak juga ada gerak dari tubuhku selain duduk berpaku diam seribu.

*cuplikan kumpulan cerpen batur agung

 

Facebook Comments

Leave a Reply

3 pemikiran pada “Santri Koplok

  1. eh…! cuplikan kumpulan cerpen batur agung atau kalimat abah muchlas ketika kamu di marahi,karna mengganggu waktu ada ujian nasional..!

  2. kang puji,,,,
    di sini dloen da yang namanya puji tuh, tapi cewek….
    dia ketawa baca tulisannya ka nis,,,,
    lanjutin och….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *