Pendidikan Tuhan yang Terlupakan

Dizaman yang serba canggih dan instan seperti saat ini yang diikuti dengan persaingan antar berbagia negara untuk menjadi yang nomor wahid di muka bumi ini sehingga demi mencapai keinginan tersebut banyak sekali persaingan yang dilakukan dengan melanggar norma â€\”norma kehidupan, seperti banyaknya penindasanâ€\”penindasan dan juga penghancuran â€\”penghancuran yang dilakukan oleh negara yang kuat terhadap negara yang lemah. Sebagaimana yang dilakukan Amerika terhahadap negara Afganistan, Irak, Palestina yang Amerika memandang bahwa negara tersebut dapat menghalangi keinginanaya untuk menjadi yang nomer wahid. Terutama negaraâ€\”negara islam yang tidak menyukai kebijakanâ€\”kebijakan luar negari Amerika.

Sama halnya dengan kejadian diatas adalah apa yang sedang terjadi pada negara Indonesia. Dengan maraknya nepotisme, kolusi dalam mencapai suatu jabatan ataupun tujuan lainnya yang menyangkut popularitas agar menjadi orang nomer wahid di negara Indoinesia. Dan juga korupsi, ketika telah meraih suatu jabatan yang sekarang hal ini  menjadi PR besar bagi bangsa indonesia khususnya bagi KPK(komisi pemberantasan korupsi) untuk mengatasinya. Seperti para pejabat yang berani menggelapkan uang negara demi kepentingan pribadinya. Sunguh ini adalah perbuatan pejabat yang tidak memiliki  hati nurani, ditengahâ€\”tengah penderitaan bangsa Indonesia mereka meraka justru bersenang-senang dan menambah penderitaan.

Hal itu semua terjadi karena mereka tidak menyadari bahwa mereka yang melakukan kecurangan dalam jabatan dan tanggungjawabnya sebenarnya mereka sedang mengumpulkan penderitaan dan siksaan sebagai buah dari perbuatan mereka. Karena perbuatan jahat apapun yang tersembunyi pasti akan ada terungkap dan mendapatkan balasannya, sebagaimana janji ALLOH dalam ajaran-Nya.  yang mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi dan menyayangi antar sesama.

Maka oleh karena itu sangat pentinglah bagi kita semua untuk mengajarkan pendidikan tuhan tersebut, agar kitapun dapat saling mengasihi antar sesama sehingga tidak ada lagi korupsi, kolusi dan nepotisme.

Adapun hal yang sangat berperan dalam menjalankan hal tersebut adalah pondok pesantren, yang sejak awal kita masuk, kita diberi pendidikan hati yang merupakan hal yang sangat penting. Karena manusia tanpa hati nurani tidak akan pernah memiliki rasa kasih sayang. Di dalam pesantren selain kita diajari 1+1=2 dan 2-1=1,  kita juga diajari bahwa tuhan itu 1(Esa), dan kita diajari pula bahwa di Benua Afrika ada negara Mesir, Sudan, Libia dan lain-lain dalam pesantrenpun kita diajari bahwa disebrang sana setelah kematian ada alam lain yaitu Akherat, tempat abadi yang menyediakan surga dan neraka sebagai balasan atas perbuatan yang telah dilakukan didunia. Dan sebagai dukungan dari pemerintah seharusnya dalam menentukan kelulusan tidak hanya menekan pada pelajaran MTK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris namun harus ada pelajaran yang mengenai moral dan hati nurani. Sehingga murid-murid yang lulus adalah mereka yang berahlak baik, patuh pada orang tua, menghormati guru, dan menyayangi sesama.

Singkatnya pendidikan hati adalah hal yang sangat penting selain pendidikan otak atau pikiran. Karena hati adalah pengendali pikiran dalam melakukan suatu pekerjaan. Sehingga saya sampaikan sebuah kata â€\”kata bijak “ukuran tubuh tidak penting, ukuran otak penting, namun ukuran hati sangatlah penting.”

Facebook Comments

Leave a Reply

3 pemikiran pada “Pendidikan Tuhan yang Terlupakan

  1. meski tidak pernah tercantum dalam ijasah, tapi pelajaran mengenai moral dan hati itu lebih berarti dan lebih penting untuk hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *