‘GOR’ Al Hikmah 2 Kebanjiran (Revisi)

Al Hikmah 2-bangunan GOR yang berdiri dipesantren yang dibangun diatas tanah seluas 10 ha, (1/4) sore tadi sekitar pukul 18:43 WIB kebanjiran. Setelah hujan lebat sekitar 4 jam mengguyur.

Sebelumnya tidak diketahui adanya banjir, sebab selama hujan lebat listrik mati. Dan baru diketahui setelah listrik hidup sekitar pukul 18:43 WIB. peristiwa ini merupakan kali pertama di P.P. Al Hikmah 2, tidak ada korban jiwa dan kerusakan insfatuktur.

“Awalnya saya sama Mas Anis sehabis mati lampu langsung keluar. Dan ternyata genangan air sudah memenuhi bangunan GOR. kami langsung mencari cangkul untuk melancarkan air di saluran irigasi, yang kemudian disusul oleh pengurus Rubath Al Hasan dan teman-teman santri lainnya” tutur Lukman Muttaqin (22) Penjaga UPT Pustaka Digital Al Hikmah.

“Banjir terjadi karena saluran irigasi kurang lebar, sehingga debit air kiriman dari atas yang besar tidak sepadan dengan  volume saluran irigasi. Akibatnya air meluap dan menggenangi bangunan” tambahnya.

Akibat banjir ini kegiatan belajar-mengajar santri tertunda sesaat, dan baru bisa berjalan lancar ketika pengurus bagian pendidikan mengalihakan tempat pengajian ke Masjid.

Banjir mulai surut 3 jam kemudian setelah hujan mulai reda dan para santri kerjabakti membuat saluran air.

Facebook Comments

Leave a Reply

19 pemikiran pada “‘GOR’ Al Hikmah 2 Kebanjiran (Revisi)

  1. waduuhhh… ini ngeblog atau reportase.
    kalau reportase taruh di sch donk 🙂

    ingat2… Diklat Jurnalistik tidak untuk merubah blogging anda he he he

    tapi yo ra popo koq. sing penting ojo lali sch ne diteruskan. tulisan teman2 yang kurang standard dibenahi.

    apa yang namanya blog nggak bloh nulis reportase…!,
    kalo masalah sch tenang mas, tak coba ntar wis. siti’-sitik, lan alon-alon.

  2. Hehehe jadi inget tugas karya tulis Bhs Indo dulu…
    Salam kenal Mas kunjungan perdana

    walah mas, ikisih bukan tugas BI. ini malah tugas pribadi. itung-itung latian jadi wartawan.
    berita yang sekiranya wajib diketahui untuk umum, maka akan saya posting.
    hahaha

  3. walah kebanjiran yah
    ehhh komentar mas Novi menarik hehehe emang apa bedanya ngeblog,reportase,laporan,catatan harian,cerita ,dll walah2 banyak aturan yah hahahaha aku malah belum tahu hu hu

    kalo yg diomongin mas novi, kdg-kdg ada aja. bisa nyari lobang lo mas.
    mtr nuwun kunjunganya kang ghento.

  4. satu hal yang menjadi pantangan bagi yang menekuni SEO adalah merubah judul. Merepotkan bagi google dan searchengine lainnya ketika mengindeks.

    jika memamng ini untuk latihan jurnalis lebih baik masukkan dalam kategori tersendiri, sehingga gak perlu di revisi judulnya.

    dan juga kenapa GOR pake tanda kutip, adakah kerahasiaan/alias dari kata tersebut. atau jangan-jangan GOR memang telah berubah fungsi tidak menjadi tempat olah raga ya 🙂

    gara-gara saya mosting ini, kmrn da kbr kalo pr alumni sms ke Ibu Ita nanyain tentang Al Hikmah yg kebanjiran. kalo di pikir-pikirkn gak mungkin juga.

    Andai al hikmah kebanjiran, surabaya jadi apa ..?

    Nah untuk merubah judul, itu masalah resiko. kalo ada yang complain tentang ketidakakuratan informasi, dan fakta. Maka saya akan merivisinya shg sesuai dengan kenyataan.

    trus kalo masalah GOR pakai tanda petik. itu cuma akal-akalan saya aja.
    Al Hikmah 2 Kebanjiran sebelumnya.
    ‘GOR’ Al Hikmah 2 Kebanjiran revisi. (dibaca: ikiloh yg pake tanda petik yang kebanjiran bukannya Al Hikmah 2, sorry mas).

  5. soal merevisi judul bukan aku yang menghendaki. tapi dari googlenya. bisa menyebabkan missing link sehingga google bisa menurunkan tingkat popularity situsmu.

    Ini just share saja koq. sekali lagi bukan aku. tapi google.

    GOR, tanpa tanda petik sudah diartikan GOR bukan. Seingatku tanda petik digunakan sebagai alias, kata sisipan yg bisa mengartikan hal lain. Bukan untuk pengkhususan sesuatu.

    Misal :
    Masjid Alhikmah Kebanjiran = orang akan mengatakan yang banjir di Al Hikmah adalah Masjid

    “Masjid” Alhikmah Kebanjiran = orang akan mengartikan yang kebanjiran bisa jadi adalah bangunan biasa yang tampak masjid/sering dijadikan sholat (tergantung bagaimana biasa orang memahami bangunan tsb), yang jelas bukan masjid.

    uaduh….
    uakeh tenen salahe, tapi gak popo. jenenge latihan.
    tur nuwun masukannya mas….!!!

  6. tambahan : jika terpaksa harus merubah judul maka lakukan perubahannya juga pada PERMALINK (letaknya tepat dibawah judul).
    Yang penting jangan sering2 merubah judul, ketentuan ini berlaku di Blog, entah untuk engine lainnya.

    OK, boss….

  7. iki rodok teknis yo…
    kata al hikmah 2- bangunan GOR di awal kalimat kurang jelas. sekalian saja tulis: Gedung Olah Raga (GOR) milik Al-hikmah 2 kebanjiran pada sore ini, 4 April 2009 pukul 18:42 WIB setelah 4 jam diguyur hujan deras.

    kata yang dicoret tidak perlu dicoret, tapi sebaiknya bukan menunjuk pada luas al-hikmah, lebih baik menunjuk pada luas GORnya.
    awal kalimat jangan memakai kata “dan” (Dan baru diketahui setelah listrik hidup sekitar pukul 18:43 WIB.)

    kutipan kalau bisa jangan berturut-turut. disispi dengan kalimat.

    secara general sudah oke.
    bagus bro, lanjutkan.\

    perlu ada tulisan lain tentang bagaimana santri mencangkul saluran, keributan lain ketika pindah lokasi mengaji, deraha mana saja yang juga tergenang banjir. dsb. selamat berburu berita!

    o…
    koyo ngono kuwi to, mba Phel2.
    maklum, masih belajar.

    oya trima ksh kunjungan perdananya.

  8. fotonya mana?
    jangan lupa ya….

    Njeh mba…
    kemarin waktu kejadian, aku iku muter2 nyari kamera.
    tapi tetap hasilnya nol.

    ya, nde pondok sih mba..! semuanya serba terbatas.

  9. Ough Q sangat berduka….
    tapi entah knapa hal ini membuat aq makin rindu akan alhikmah.
    aq membayangkan jika kejadian ini saat aq masih ada disana pasti aq ma mbak pengurus lain turutserta meanggulanginya

    walaupun mbak nda ada
    aku yakin mbak mendoakan kebaikan alhikmah…

  10. tapi, enak kan gornya jadi bersih. mungkin itulah hikmahnya kalo gornya pengen diroanin.
    heheeee…………..

    iya juga ya..

  11. ooooooooooooh…kemaren jamaahnya bareng gara2 kebanjiran? baru tau aku………

    makanya nongkrongnya jangan diwarung tlus…ya!!! ntar tau berita terbaru

  12. uh…mas Novi mentang2 gi memperbaharui Sch, semuanya suruh masukin ke situ.

    gak juga

  13. Untung cuma air dari selokan, coba kalau air dari Situ Gintung… seremmmm

    lebih sukur kalo alhikmah kebanjiran orang mau ngaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *